Sudah jadi fitrahnya perubahan, pasti harus ada yang dikorbankan.
Dulu ketika badan kita mulai tambah besar.. baju kesayangan saat kecil harus mulai ditinggalkan.
Seiring umur bertambah.. jam nonton acara favorit ketika masih kecil mulai berkurang.
Saat masuk fase dewasa.. kita dipaksa mengambil tanggungjawab.
Mulai cari penghidupan, penghasilan dan nafkah. Waktu main dikorbankan..
Waktu kumpul dengan teman berkurang.
Saat mulai jadi suami.. jadi istri.
Jadi ayah.. jadi ibu.
Ada hal-hal yang dulunya sangat kita sukai akhirnya pun satu per satu kita tinggalkan demi tanggungjawab yang lebih besar.
Itu semua karena ingin hidup berubah lebih baik. Naik level dan naik derajat.
Tidak ada perubahan tanpa pengorbanan.
Kalau ingin hidupmu berubah.. korbankan sesuatu yang selama sangat kita sukai, tapi sebenarnya itulah yang paling membuat diri tidak berkembang.
Senang begadang.
Mager.. doyan rebahan.
Bangun siang.
Males belajar.
Malas cari tahu. Malas nanya.
Pelit.
Enggan memulai pembicaraan.
Menunda menyelesaikan masalah.
Seneng ngutang.
Seneng zina. Seneng ghibah dan maksiat.
Dan lainnya.
Tak mungkin satu kaki ingin melaju ribuan kilometer.. sementara kaki yang lain enggan meninggalkan tempat berpijak.
Bahkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat pun rela meninggalkan harta dan keluarganya demi hijrah ke Yatsrib. Itulah pengorbanan demi sebuah perubahan.
Yakin mau berubah lebih baik?? Siaplah berkorban.
Dan besarnya perubahan diri, akan selalu berbading lurus dengan besarnya pengorbanan.
Selamat tahun baru Islam.
Tahun baru.. harusnya ada perubahan yang lebih baik.
Karena esensi dari hijrah adalah berubah.
Dan sudah jadi syaratnya hijrah, pasti meninggalkan sesuatu yang kita cintai.