MARAH-MARAH ITU RENDAH

28 July 2023 Andre Raditya

Orang yang selalu menyelesaikan masalah dengan marah, emosi, dan teriak-teriak.. dia sebenarnya tengah menunjukkan di depan publik, bahwa ia tak punya banyak pengetahuan di kepalanya. 

Ilmunya sedikit.. dan pilihan solusi di kepalanya sangat terbatas. 

 

Alhasil.. ia kembali ke setelan dasar makhluk liar. Teriak, menggeram, marah.. 

Sama seperti seluruh hewan liar saat ingin menunjukkan kekuatan kepada musuhnya. 

Anjing yang menggonggong.. 

Harimau, singa, beruang yang mengaum. 

Dan sejenisnya. 

 

Di sini kita paham. 

Itulah bedanya manusia sejati dengan makhluk Alloh yang lain. 

Maka dalam banyak kitab klasik, disebutkan oleh para ulama bahwa manusia yang mulia itu adalah mereka yang senang belajar dan mencari ilmu. 

 

Sebab.. kalau sekedar kuat. Semua makhluk punya kekuatan. 

Kalau sekedar cinta dan kasih sayang.. semua makhluk punya cinta dan kasih sayang. 

Apalagi nafsu.. semua makhluk punya itu. 

 

Tapi, yang senang ilmu itu cuma manusia. 

Manusia yang sebenarnya.. mereka adalah yang senang dengan majelis ilmu, ngaji dan mencari nasihat kebaikan. 

Dan ilmu yang akan mengangkat derajat seorang makhluk. Dimuliakan lewat akhlak dan pengetahuannya. 

Saat isi pikirannya penuh dengan pengetahuan. Hal itu yang membuatnya punya banyak pilihan solusi, alternatif cara dan ragam imajinasi saat berhadapan dengan masalah. 

 

Ia tahu harus memilih pendekatan yang mana. 

Ia tahu beragam cara lembut yang bisa diambil.  

Sehingga harkat martabatnya tetap terjaga. 

Alhasil.. insyaallah tak mudah marah-marah lagi. 

 

Maka.. jika ada orang yang hanya bisa marah saat punya masalah. Hanya bisa emosi saat ketemu musibah. Dia tak jauh beda dengan makhluk Alloh lainnya.. 

Liar dan rendah. 

Pantas kalau kemudian Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam menjadikan kendali atas kemarahan sebagai simbol kekuatan tertinggi. 

"Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang dapat menguasai diri di kala ia marah". (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban) 

Karena tak semua orang tetap bisa menjadi manusia saat emosinya sudah ada di pucuk hatinya. Dan mereka yang gagal mengelolanya.. sebenarnya ia tengah menunjukkan kualitas terendah dirinya. 

Belajar sabar. Belajar tenang. 

Tahan diri bereaksi. Dan tunjukkan bahwa kita manusia berilmu. Bukan hanya sekedar punya nafsu. 

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR
andre raditya

3 PEMBERIAN ALLOH YANG AMAT BESAR

Kalau Alloh sudah memberikanmu 3 hal ini.. Maka berbahagialah. Sebab 3 hal ini sudah lebih dari cukup untuk membuatmu bahagia di dunia selamanya. D...

1 month ago Read
TAK BISA MELAWAN WAKTU
andre raditya

TAK BISA MELAWAN WAKTU

Ingatlah.. meski hari ini kamu kuat.. Terkenal, populer, punya banyak harta dan bisa mengakses semua kesenangan. Tapi ingatlah juga, suatu saat kam...

1 month ago Read
JANGAN BANYAK NGANGGUR
andre raditya

JANGAN BANYAK NGANGGUR

Pandai-pandailah jadi orang yang sibuk dalam amal sholeh. Cari kegiatan sebisamu.   Karena ketika engkau mulai banyak diamnya, banyak ngang...

2 months ago Read