Saya dulu susah banget untuk bahagia.
Pinginnya marah terus..
Ngelihat sesuatu gampang terpancing emosi.
Selalu ingin semua sempurna.
Hal kecil yang keliru jadi sebabnya suasana hati mudah rusak.
Berakhir sedih sendiri dan uring-uringan.
Sampai kemudian keadaan hidup terpuruk (kebangkrutan) memaksa hati jadi merendah. Ego dipaksa di bawah..
Dan akhirnya.. Saya bisa menerima masukan dan nasihat.
Dan salah satu nasihat paling berharga di saat itu adalah..
Banyak-banyaklah istighfar.
Sebab istighfar itu mengundang rahmat Alloh.. mengundang kasih sayang Alloh.
Kalau Alloh sudah cinta.. hatimu lapang.
Urusan jadi gampang.
Dan benar..
Begitu memperbanyak istighfar..
Jadi mudah maklum dengan beragam keadaan.
Melihat orang lain salah.. langsung ingat, saya juga banyak salahnya.
Melihat orang marah.. langsung ingat, saya dulu juga begitu.
Melihat orang lain emosi.. langsung ingat, mungkin hatinya sedang sempit karena beragam urusan. Semoga Alloh mudahkan.
Istighfar mengubah perangai saya..
Jadi gampang bahagia. Gampang tenang dan penuh pengertian.
Akhirnya saya belajar..
Jangan-jangan, jarak pembatas antara hidupmu dan kebahagiaan hanyalah sebuah istighfar.
Yang menghalangimu selama ini dari mudah bahagia hanya karena kurang istighfar.
Ya Alloh.. malu nulis ini.
Malah jadi nangis sendiri..