Entah kenapa.. selalu saja ada episode hidup dimana kita akan berada dalam posisi harus menanggung kesalahan yang sebenarnya dilakukan/ disebabkan oleh orang lain.
Yang berbuat salah siapa, yang nanggung siapa.
Mau berkata sambil teriak "Bukan aku..." pun pasti akan sia-sia.
Bagi siapapun yang pernah mengalami.. pasti tahu betul rasanya.
Berat dan menyesakkan dada..
Tapi memang mungkin itu cara kehidupan mengajarkan kita untuk mengerti..
Bahwa sehati-hati apapun dirimu, belum tentu kita selamat kecuali Alloh yang menyelamatkan.
Sekaligus jadi ajang pembuktian karakter dan kualitas hati.
Apakah kita tetap bisa berbuat baik dan lapang hati di saat semua tuduhan dan fitnah mengarah ke diri..? Atau kemudian ikut hancur sebab merasa tak lagi dipercaya dan dihargai.
Saya kemudian belajar..
Pilihan paling baik pada akhirnya adalah tetap berani menghadapi. Apapun risikonya.
Sebab kalau lari.. kesalahan itu justru akan tersemat kepada kita selamanya.
Hadapi dan tunjukkan bahwa kita tidaklah seperti yang mereka sangkakan.
Setidaknya itu menunjukkan ke diri sendiri.. bahwa kita bukan pengecut.
Sekaligus melatih sabar.
Atau siapa tahu..
Fase itu jadi sebab Alloh mengangkat derajat kita jauh lebih tinggi lagi dari sebelumnya.
Yang jelas..
Tidak ada keburukan yang terjadi, kecuali hal itu pun pasti adalah bagian dari takdir Alloh yang telah direncanakan.
Tugas kita, hadapi..!!
Dan saksikan apa yang Alloh lakukan setelah ini. Sebab tugas kita pada akhirnya adalah bersaksi.. "Tiada sesembahan kecuali hanya Alloh.."
Dan jika hal di atas terjadi..
Maka cukup saksikan, mau kemana hidup kita ini akan diarahkan.
Manut, hadapi.. dan ikuti saja.