Ada perkataan hikmah dari seorang alim yang mengatakan..
"Salah satu cara Alloh menunjukkan cintaNya kepada seorang hamba adalah.. ia dibuat sadar untuk melihat aibnya sendiri."
Begini kira-kira penjelasannya..
Bahwa melihat aib sendiri, adalah langkah awal agar kita bisa memperbaiki diri.
Alloh berkenan kita jadi baik.
Karenanya.. Hati dibuat terbuka bisa melihat aib sendiri sebelum orang lain mengetahuinya.
Alloh memberi kita waktu berbenah. Memperbaiki diri dan muhasabah.
Sebab hari ini begitu banyak orang yang pandai melihat aib orang lain.
Cepat banget dapat info kalau kaitannya dengan aib orang lain.
Punya banyak koleksi cacatnya si fulan.
Bahkan dengan bangga mengatakan, "saya punya banyak daftar keburukan dia."
Seolah itu sebagai tanda kehebatannya.
Namun.. Alloh halangi mata dan hatinya dari melihat aibnya sendiri.
Sesungguhnya.. itu musibah besar..!!!
Karena.. jika sampai yang melihat aib kita adalah orang lain, itu akan jadi sebab jatuhnya harga diri, kemuliaan dan potensi dipermalukan.
Sehingga dikatakan..
Salah satu tanda cinta dari Alloh untuk seorang hamba adalah, si hamba ini diizinkan untuk melihatnya aibnya sendiri sebelum orang lain melihatnya.
Kalau diri sendiri yang melihat.. itu jadi sebab memperbaiki diri. Kalau sampai orang lain yang melihat.. itu akan jadi sebab hilangnya harga diri.
Bersyukurlah jika hari ini masih punya hati yang malu ketika menyadari aib sendiri.
Bersyukurlah saat masih punya hati yang mau jujur mengakui diri masih ada aib.
Bersyukur punya sikap sadar diri..
Bahwa diri ini pun masih banyak salahnya. Masih banyak kurangnya.
Karena sedang banyak berkeliaran..
Orang-orang yang setiap harinya sibuk berburu aib orang lain seolah dirinya tak punya aib.
Bahan statusnya hanyalah aib orang lain.
Bahan postingannya adalah kejelekan orang lain.
Rasulullah Sholallahu'alaihi wassalam bersabda..
“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” (HR. Bukhari)