Di antara pelajaran besar dari Haji yang saya alami sendiri 3 tahun lalu adalah..
1. Pasang Niat untuk berhaji sejak sekarang meskipun uangnya belum terkumpul.
Ini penting..!! jangan sampai seorang muslim meninggal dalam keadaan di hatinya tidak ada niatan berhaji.
Jangan lihat keadaanmu sekarang. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memampukan yang bersungguh-sungguh. Ada beragam cara Alloh mampukan kita tiba-tiba. Dan saat kesempatan itu datang. Jangan ditunda meski harus mengeluarkan seluruh harta.
2. Upayakan sesegera mungkin saat masih muda.
Maaf ya teman.. Saya lebih menyarankan untuk antum kerja keras dan mencanangkan daftar Haji Plus dengan waktu tunggu 5-7 tahun. Syukur bisa lebih cepat.
Lebih mahal..?? Memang..!!
Tapi ini perkara penting. Kita sebenarnya membeli waktu untuk bisa ibadah maksimal di masa muda.
Haji itu melelahkan. Butuh endurance. Daya tahan.
Cuacanya ekstrem. Kondisi tidak ideal.
Ditambah Skenarionya kadang tidak terduga.
Bayangan kita tentang tempat nyaman, pelayanan prima, jadwal on time.. tiba-tiba bisa berubah drastis bumi langit.
Belum kadang terlambatnya transportasi, hotel berpindah, koper nyasar, tenda berdesakan, catering terlambat, aktivitas jalan kaki cukup jauh juga sering, dll. Semua itu menguras energi lahir batin.
Kondisi di atas tentu akan lebih bisa dihadapi dengan kemampuan beradaptasi oleh fisik yang masih prima.
Tahan diri sebentar. Ngampet kesenangan 5 tahunan. Insyaallah kekejar untuk Haji Plus. Ikhtiar dengan berbagai jalan rezeki halal. Tambah sumber pendapatan.
Tunda dulu kesenanganmu.
Mobil nggak wajib yang bagus.
Rumah nggak harus yang mewah. Itu semua bisa menunggu.
Tapi Haji di waktu muda yang bisa antum laksanakan sesegera mungkin, adalah keputusan yang nantinya tak akan pernah antum sesali. Kita sedang berpacu dengan waktu.
Bayangkan dengan semua Kondisi di atas..
Antum berhaji dengan fisik yang sudah lemah, stamina yang sudah terbatas, bahkan terkadang.. ada beberapa yang sudah harus mengandalkan kursi roda untuk berpindah tempat. Belum lagi dengan tentengan koper, ransel, dan lainnya.
Ini bukan sekedar tentang ibadah.. tapi juga tentang rencana matang, kondisi badan dan kesiapan atas banyak hal.
Tak salah jika Haji adalah gabungan dari ibadah Qolbiyah, Maaliyah dan Jasadiyah. Semua tergabung dalam satu rangkaian. Puncaknya rukun Islam.
Dan antum tak akan menyesal nantinya kehilangan harta demi keputusan besar yang satu ini. Insyaallah..!! Pegang omongan saya.
3. Belajarlah sejak sekarang tentang hakikat Haji.
Karena salah satu yang menyedihkan adalah.. banyak jamaah yang sudah menunggu lama untuk berangkat. Begitu sampai di sana malah bingung dan tak tahu harus apa.
Momen-momen mustajab, dan substantial dari rangkaian Haji malah terlewatkan begitu saja.
Ada yang ketika wukuf hanya tidur. Ngopi. Rokokan. Ngobrol jagongan. Di Mina jalan-jalan. Di mekah madinah sibuk cari barang titipan.
Kesempatan sakral terbuang percuma. Undangan Alloh tak termanfaatkan dengan baik. Itu seperti sudah berhasil masuk istana bertemu Raja, tapi lebih sibuk mengagumi karpetnya, kursinya dan pernak-pernik istana. Tapi lupa memanfaatkan waktu untuk Ngobrol dengan sang Raja.
Belajar yuk...!! Buka video tentang Haji dan Manasiknya. Pelajari meski belum tahu kapan berangkatnya. Semoga dengan itu, kita termasuk orang yang sedang memantaskan diri di pandangan Alloh ﷻ.
Semoga antum semua bisa berhaji Plus di waktu muda sekeluarga dengan waktu yang sesegera mungkin. Aamiin