Jarak terdekat kesuksesan adalah antara dirimu dan Alloh. Bagaimana hubunganmu dengan Alloh.
Jangan fokus kepada orang lain.
Fokus perhatikan dirimu sendiri dulu.
Sudahkah melakukan yang terbaik..??
Bagaimana kabar imanmu kepada Alloh??
Berapa maksiat yang belakangan ini kau kerjakan..?
Ada begitu banyak orang yang ketika mendapati hidupnya sulit dan berat, ia berharap mendapatkan jawaban bahwa,
"kamu tidak keliru. Kamu sudah benar.."
"Orang lain yang tidak bisa menghargai karyamu.."
"Kamu sudah bagus, tinggal tunggu waktunya.."
"Mereka yang salah.. bla..bla..bla.."
Semua nasihat di atas, adalah nasihat yang keluar dari mereka yang menyayangimu. Mereka takut membuatmu makin jatuh. Makin sakit..
Tapi hatimu tahu.. itu bukan jawaban sebenarnya yang kau perlukan.
Padahal.. jika ingin jujur, saat hidup kian sulit. Beranikan dirimu bertanya ini ke hatimu sendiri.
"Sudah berapa tahun hak Alloh kau kesampingkan..?"
"Sudah berapa banyak orang lain yang kau sakiti..?"
"Sudah berapa banyak maksiat yang kau coba dan sengaja kau langgar karena berpikir.. nanti bisa tobat??"
Jujur.. berapa tahun Alloh tidak menjadi prioritas dalam hidupmu ??!!!
Dan inilah prinsip paling dasar dari seorang mukmin ketika ia mendapati hidupnya tidak benar, tidak mulus dan terjal dengan ragam ujian.
Ia tahu..
Ini semua sebab apa yang ditanam sendiri masa lalu. Ia tahu, Alloh hanya membalas sesuai dengan yang kita perbuat.
Kalau hari ini kesulitan yang didapatkan..
Mungkin, kita hanya kurang berani jujur saja.. bahwa dulu, ada begitu banyak kedzoliman dan dosa yang sudah kita perbuat.
Ada banyak hati yang kita sakiti.
Ada tahunan waktu yang kita tinggalkan dengan melalaikan hak Alloh.
Akhirnya..
Jika hari semakin berat, saatnya segera bertobat. Dan inilah jawaban yang kita sama-sama tahu merupakan jawaban yang paling tepat.